Ajaib… Bin Ajaib Manusia Bisa Hidup Tanpa Jantung Dan Otak

189 views

Organ vital seperti otak dan jantung merupakan organ penting bagi makhluk hidup, baik itu hewan atau manusia. Tanpa adanya jantung, manusia atau hewan itu tak akan hidup. Begitu pula dengan otak, tanpa adanya otak, manusia tak akan hidup. Namun sepertinya pernyataan itu tak berlaku bagi orang-orang ini, karena meskipun tanpa jantung atau organ vital lainnya, orang-orang ini bisa tetap hidup. Berikut ini adalah orang-orang ajaib yang bisa tetap hidup tanpa adanya organ vital seperti jantung dan otak.C

Carlos Rodriguez

Carlos adalah seorang pria yang dijuluki 'manusia separuh kepala'. Pasalnya, dia telah kehilangan sebagian besar otak dan tulang tengkoraknya. Hal itu dikarenakan saat usianya 14 tahun, Carlos pernah mencuri mobil setelah dia dan teman-temannya minum minuman keras dan menghisap narkoba. Saat mereka mengendarai mobil, kecelakaan terjadi dan rem mobil yang diinjak sangat mendadak membuat Carlos terpental dari dalam mobil, sehingga kepalanya menabrak sebuah batu. Akhirnya, dokter harus memotong sebagian besar daging dan tulang di kepala untuk membantunya bertahan hidup. Otomatis, otak yang dimilikinya juga tinggal setengah.

Carlos pernah menunjukkan dahi dan tengkoraknya yang tinggal separuh, tapi ia sering dianggap bohong. Namun ia tetap meyakinkan bahwa kondisi yang dialami benar-benar merupakan cedera ekstrem akibat narkoba.

Operasi yang dijalani oleh Carlos saat itu adalah operasi hemispherectomy, atau pemotongan setengah bagian otak. Tujuan utamanya adalah mengangkat bagian otak yang rusak supaya nyawa pasien bisa tertolong. Sahabat anehdidunia.com selama 100 tahun terakhir, para dokter ahli sudah melakukan banyak sekali operasi seperti ini untuk menyelamatkan nyawa pasien-pasiennya. Hal yang menakjubkan adalah, sifat kepribadian maupun ingatan dari pasien tidak berubah.

Jakub Halik

Jakub Halik adalah seorang pria asal Ceko, yang diketahui mengidap tumor ganas yang menggerogoti jantungnya hingga mengalami kerusakan permanen dan harus dibuang. Akhirnya, jantung Jakub mau tak mau harus diangkat, dan dokter menggantikannya dengan dua pompa mekanik sambil menunggu proses transplantasi jantung. Proses pengangkatan jantung milik Jakub itu dilakukan pada tahun 2012.

Meski tampaknya ada harapan, sayangnya nasib Jakub sedang tak bagus kala itu, karena untuk mendapatkan transplantasi jantung di Institute for Clinical and Experimental Medicine (IKEM), seorang pasien donor harus masuk dalam daftar tunggu selama 8 bulan. Sahabat fajaronline.co.id sejak menjalani operasi, Halik pun hanya bisa tinggal di atas kursi roda dan karena tak punya jantung, Halik tak memiliki denyut nadi. Tapi uniknya, pria berusia 37 tahun itu mengaku seperti kembali hidup normal lagi.

Jakub memang sempat hidup tanpa jantung, namun 6 bulan kemudian, pria yang sudah beristri dan memiliki satu anak ini akhirnya meninggal dunia pada tanggal 13 Oktober 2012 lalu. Alasannya adalah dokter tidak berhasil menemukan donor jantung yang kompatibel dari negara lain untuk transplantasi. Namun dari kasus Jakub ini, terbukti bahwa manusia bisa tetap hidup meski tanpa adanya jantung, tentu saja dengan bantuan alat lainnya.

Craig Lewis

Sebelum adanya kasus Jakub Halik, kasus manusia tanpa jantung yang sempat bikin heboh adalah kasus Craig Lewis. Tahun 2011, sama seperti Jakub, pria berusia 55 tahun itu juga pernah bertahan hidup tanpa mempunyai jantung. Setelah dipasang alat pompa mekanik pengganti jantung, ia masih bisa menjalani kehidupan meski hanya selang beberapa minggu saja setelah operasi. Berkat alat pompa itu, Craig jadi manusia pertama di dunia yang hidup tanpa jantung.

Meskipun dengan alat itu Craig masih bisa mempertahankan hidupnya, namun dua orang dokter dari Texas Heart Institute memberikan solusi yang lebih revolusioner melalui penginstalan perangkat sehingga memungkinkan darah tetap bisa bersirkulasi di tubuhnya walau tanpa jantung. Sahabat fajaronline.co.id hal ini pun dijadikan kenyataan oleh Dr. Bud Frazier dan Dr. Billy Cohn. Sebelumnya, mereka mengeluarkan jantung Lewis dan kemudian menginstal perangkat tersebut pada tubuhnya. Tak butuh waktu lama untuk membuat Craig kembali bangun dan berbicara dengan para dokter.

Awalnya, Craig divonis mengidap amiloidosis yang sudah parah. Amiloidosis adalah kondisi dimana tubuh seseorang menghasilkan protein buruk, dan jika dibiarkan, protein itu akan memenuhi organ tubuh hingga organ tersebut berhenti bekerja. Karena itulah, dokter pun bertindak cepat memasang perangkat tersebut, setelah meminta izin pada istri Craig sebelumnya.

Setelah operasi ini selesai dilakukan, istri Lewis pun sangat senang dan takjub bahwa ia bisa melihat suaminya masih hidup meskipun tidak mempunyai detak jantung. Yang mengkhawatirkan adalah karena tak memiliki denyut jantung maupun denyut nadi, jika Craig tiba-tiba pingsan, dan orang yang menolongnya tidak mengetahui riwayat kesehatannya, bisa saja Craig langsung dikatakan meninggal, padahal belum.

Stan Larkin

Sekilas, tak ada yang aneh dari diri Stan Larkin, saat pria 25 tahun tersebut membawa anaknya yang masih kecil bermain di taman. Diketahui, dia selalu membawa ransel abu-abu ke mana pun dia pergi. Ternyata fungsi tas ransel itu sangat penting bagi Stan Larkin, sebagai nyawa cadangan. Di dalam tas tersebut berisi alat sumber daya jantung buatan yang terhubung langsung ke bagian dada untuk memompa darahnya.

Stan tak lagi memiliki jantung karena diangkat dari tubuhnya pada November 2014 lalu. Jantung Stan memang sudah bertahun-tahun bermasalah. Masalah itu baru disadarinya saat dirinya tiba-tiba terjatuh saat sedang bermain basket. Sahabat fajaronline.co.iddari situ baru diketahui ternyata Stan memiliki penyakit genetik terkait jantungnya yang disebut kardiomiopati familial. Tak cuma Stan, adiknya yang bernama Dominique ternyata juga memiliki penyakit tersebut namun lebih awal menyadarinya.

Kardiomiopati sendiri merupakan sekumpulan kelainan pada jantung dengan kelainan utama terbatas pada miokardium. Kondisi ini bisa menghambat jantung untuk memompa darah secara efisien. Tipe kardiomiopati yang dialami Stan dan Dominique, disebut arrhythmogenic dysplasia, yang menyebabkan aritmia dan gagal jantung pada kedua sisi.

Setelah lebih dari 500 hari dia jalani dengan alat yang berada di ranselnya itu, akhirnya Stan Larkin mendapatkan transplantasi jantungnya pada tanggal 9 Mei 2016 lalu. Ia kini sudah kembali hidup normal dan dinobatkan oleh Guinness World Records dan jurnal medis kedokteran sebagai satu-satunya manusia yang berhasil hidup tanpa jantung selama 17 bulan.

Kaylee Moats

Kaylee terlihat seperti perempuan normal. Wajahnya cantik, berambut panjang, dan murah senyum. Padahal, di balik itu semua, dia menyimpan penyakit yang cukup langka. Kaylee Moats, perempuan asal Arizona, Amerika Serikat ini lahir dengan kondisi langka yang hanya mempengaruhi 1 dari 5 ribu bayi perempuan. Dia lahir tanpa vagina.

Kondisi ini membuat Kaylee tidak pernah mengalami menstruasi atau berhubungan seks di usianya yang kini 23 tahun. Kaylee bersama keluarganya kini sedang berusaha menggalang dana untuk melakukan operasi rekonstruktif.

Kaylee memiliki kondisi yang secara medis disebut Mayer-Roktansky-Kuster-Hauser. Kondisi ini diketahuinya, setelah pada usia 18 tahun, Kaylee belum juga menstruasi. Setelah pemindaian MRI, kemudian diketahui kalau ternyata Kaylee tidak memiliki vagina, pembukaan vagina, serviks, dan rahim. Artinya, Kaylee tidak akan bisa mengandung anaknya sendiri.

Meski tidak memiliki rahim dan vagina, Kaylee masih memiliki ovarium, yang membuatnya punya sel telur. Ini artinya, Kaylee masih bisa memiliki anak, hanya saja untuk bisa melahirkan anaknya sendiri dia harus meminjam rahim orang lain (surrogacy).

Orang-orang yang sudah disebutkan di atas adalah orang-orang yang kuat, karena meskipun tak memiliki organ vital, mereka tetap semangat untuk hidup dan tak pernah berputus asa. Bagaimana dengan kita yang terlahir normal? Sudahkah kita bersyukur?